Tampilkan postingan dengan label haqqul yakin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haqqul yakin. Tampilkan semua postingan
7 Doa Mustajab Rasulullah SAW
Arsip: Haqqul InsanLabel: amalan doa hikmah, amalan doa mustajab, amalan ilmu hikmah, doa ijabah, energi haq, haqqul insan, haqqul yakin, ilmu haq, ilmu yaqin
7 Doa Mustajab Rasulullah SAW adalah doa mustajab yang mempercepat terkabulnya doa yang kita minta kepada Allah SWT. Berdoa merupakan bentuk usaha secara spiritual yang terkadang kita anggap remeh dan tidak penting, dizaman yang serba modern ini manusia lebih mementingkan bab duniawi dan berpikir usaha lahiriyahlah yang paling utama, dengan melupakan hal spirituall atau secara bathiniyah orang lebih mengedepankan logika tanpa menghiraukan hal spritual.
Sebenarnya hal bathiniyah dan lahiriyah ibarat lambang Yin Yang yakni bentuk keseimbangan alam semesta besar (macro cosmos) dan alam semesta kecil (micro cosmos). Jika yin yang dalam tubuh selaras/seirama maka energi haqqul insan akan mengalir dan membentuk energi haqqul billaah. Dengan itu maka apa yang kita panjatkan dalam doa segera terkabulkan.
BABARAN ILMU YAKIN
Arsip: Haqqul InsanLabel: energi haq, haqqul insan, haqqul yakin, ilmu haq, ilmu yaqin, qorin haqqul insan
BABARAN ILMU YAKIN
Pada Kesempatan kali Ini Saya Hanya Ingin memberi Suatu Pengetahuan Tentang Ilmu Yakin. Ilmu ini saya Ambil dari sebuah ebook yang sy baca yg telah membeberkan Ilmu Yakin, Ilmu Yakin ini bukan lah Suatu Ilmu hikmah yg identik dg Wirid….Bukan Pula suatu Ajian….Bukan Pula Suatu Ilmu Ghaib…..Tapi Ilmu Yakin mencakup tentang Semua Aspek yg terjadi Dalam kehidupan…… Ilmu Yakin Merupakan Suatu Keadaan Rasa…….Yg mana kalo Di Jelas kan Juga Sulit…..Ibarat saya menjelaskan Rasa Gula yg manis…..Sulit di jelaskan Gimana Rasa manis tsb……Hanya Biasa Di Rasakan…..
Dan Babaran Tentang Ilmu Yakin: YAKIN ,AINUL YAKIN,HAQUL YAKIN…….itu Adalah tentang perjalanan…..yg Mencakup Kondisi Batin Seseorang…….DAN INILAH LETAK RAHASIA SEMUA KEILMUAN YG ADA DI MUKA BUMI……ILMU APAPUN…..ILMU ILMIAH DAN GHAIB……SEMUA ADA DI BABARAN ILMU YAKIN……KARENA KADAR KEKUATAN SUASANA BATIN SUNGGUH SANGAT BERPENGARUH……
Qorin Haqqul Insan
Arsip: Haqqul InsanLabel: energi haqqul insan, energi spiritual haqqul insan, haqqul insan, haqqul yakin, ilmu haq, khodam haqqul insan, qorin haqqul insan
Qorin Haqqul Insan adalah pendamping ghaib yang ada pada setiap insan di dunia yang merupakan manifestasi energi spiritual dari anugerah Allah SWT.
Yang dimaksud dengan qarin dalam surat Qaaf 50:27 ialah yang menyertai.
Setiap manusia disertai "Qarin dari kalangan Jin". Allah berfirman, artinya:
"Yang menyertai dia (qarin) berkata pula: 'Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkan tetapi dialah (manusia) yang berada dalam kesesatan yang jauh... "(QS Qaaf 50:27).
Qorin berasal dari bahasa Arab "qoriin" yang berarti: "teman atau kawan" (Kamus Al Munawwar halaman 1114). Dalam kitab Mu’jamul Buldan: 4/319 disebutkan bahwa qorin artinya "sahabat" atau "segala sesuatu yang dibandingkan dengan sesuatu yang lain".
Setiap manusia pasti disertai teman yang akrab dan dekat yang disebut qorin. Qorin yang satu dari bangsa jin dan yang satu dari malaikat. Siapapun manusia apakah pria atau wanita, penguasa atau pengusaha, pejabat atau penjahat, ulama atau umara, kiyai atau priyayi, muslim atau mujrim, korporator atau koruptor, pendidik atau anak didik, majikan atau karyawan, pengurus atau pegawai, pemuda atau pemudi, orang tua renta atau muda belia, anak-anak atau dewasa, dosen atau mahasiswa, pegawai negeri atau swasta, bahkan Nabi sekali pun oleh Allah disertakan "qorin" sebagai teman, kawan atau sahabat.
Dalam sebuah hadis yang driwayatkan oleh Ahmad dari Abdillah, Nabi Muhammad saw bersabda: "Tiada seorang pun diantara kamu kecuali disertakan qorin baginya dari bangsa jin dan malaikat". Para sahabat bertanya: Bagaimana halnya dengan baginda sendiri ya Rasulallah ?. Nabi bersabda: "Ya bagiku juga. Akan tetapi Allah menolongku untuk menghadapinya sehingga qorin itu tidak menyuruhku kecuali kepada kebenaran (Al Haq)".
Hadis tersebut mengandung inti sari bahwa:
Allah menciptakan manusia sekaligus menciptakan pula dua qorin baginya yaitu qorin malaikat dan qorin jin/syetan yang mempunyai tugas utama sebagai pembisik.
Qorin yang baik yaitu qorin malaikat yang membisiki manusia dengan mengajak manusia berbuat kebajikan, kebenaran, kejujuran dan sifat-sifat mulia lainnya.
Qorin yang tidak baik adalah qorin jin/syetan yang membisiki manusia untuk mempengaruhi manusia berbuat keburukan, kejahatan, kecurangan, kezholiman, kedengkian dan sifat-sifat tercela lainnya.
Nabi Muhammad saw memang juga manusia tetapi beliau secara khusus dilindungi, dipelihara dan dijaga oleh Allah sehingga qorin jin/syetan tidak menjerumuskannya.
Qorin adalah mahluk gaib (tidak nampak oleh kasat mata) yang harus dipercaya keberadaannya. Orang yang bertaqwa dan beriman harus percaya kepada mahluk gaib yang diciptakan Allah. Tidak mempercayainya berarti mutu ketaqwaan dan keimanannya masih perlu dipertanyakan.
Insan Kamil
Arsip: Haqqul InsanLabel: haqqul insan, haqqul yakin, ilmu yaqin, insan kamul
"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu,amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung."
Siapa sih yang tidak ingin sempurna? Tentunya setiap manusia selalu menginginkan kesempurnaan, baik kesempurnaan jasmani maupun ruhani. Namun, seperti halnya keinginan motivasional untuk selalu yang terbaik, untuk mencapai tingkat kesempurnaan sebagai manusia tentunya melalui suatu perjuangan dengan kriteria-kriteria tertentu yang mencerminkan kemuliaan dari apa yang diperjuangkan seseorang atau sekelompok orang dengan gigih dan sadar atas segala konsekuensinya. Nah, dalam menghadapi perjuangan dan kriteria untuk mencapai kesempurnaan inilah kita biasanya bolak-balik berpikir beberapa kali apakah sanggup atau tidak mencapai kesempurnaan yang diinginkan itu?
Di dalam ajaran Agama Islam, konsep Manusia Sempurna atau Insan Kamil mencuat sejak awal sejarah Islam. Tolok ukurnya tentu saja Nabi Muhammad SAW yang menebarkan rahmatnya ke seluruh alam sebagai keparipurnaan manusia. Perhatikan bahwa kalimat “rahmat bagi seluruh alam” mengisyaratkan suatu pengertian yang sangat filosofis bahwa Nabi Muhammad SAW secara khusus merupakan suatu “variabel dominan” di dalam proses penciptaan alam semesta dan secara umum sebenarnya berarti “semua manusia” sebagai khalifah Allah.
Bagi umat Islam terminologi Insan Kamil erat kaitannya dengan ungkapan tentang Nur Muhammad (ctt: harap pembaca ingat bahwa “Nur Muhammad” hanya sekedar istilah semantik belaka, hakikatnya merujuk pada pengertian Cahaya Pertama atau Makhluk Pertama yang diciptakan Tuhan, jadi boleh jadi ada banyak istilah yang kelak muncul tergantung manusia yang memahaminya maunya dinamakan apa misalnya istilah fisika modern “Medan Higgs” atau “Potensial Kuantum” merujuk pada esensi yang serupa dengan maksud “Nur Muhammad”. Jadi meskipun kita memahami Penampilan Kekuasaan Tuhan dengan sistem abjad harap jangan terjebak dalam istilah semantik kebahasaan yang bisa memenjarakan pikiran kita seprti memakai kacamata kuda. Pahamilah dengan akal pikiran dan hati yang lurus dan benar) yang mengejawantah sebagai Nabi Muhammad SAW. Idealisasi sebagai Insan Kamil merupakan suatu acuan bagi semua Pribadi Muslim untuk selalu istiqamah dalam memperbaiki berbagai aspek akhlak dan perilakunya, baik jasmani maupun ruhaninya.
Ilmu Yaqin
Arsip: Haqqul InsanLabel: energi haq, haqqul insan, haqqul yakin, ilmu haq, ilmu yaqin
YAQIN, AINUL YAQIN dan HAQQUL YAQIN
Al yaqin
Adalah keyakinan akan keberadaan Allah swt berdasar ilmu pengetahuan tentang sebab akibat atau melalui hukum kausalita, seperti keyakinan dari para ahli ilmu kalam. Misalnya apa saja yang ada di alam semesta ini adalah sebagai akibat dari sebab yang telah ada sebelumnya. Sedangkan sebab yang telah ada sebelumnya yang juga merupakan akibat dari sebab yang sebelumnya lagi, sehingga sampai pada satu sebab yang tidak diakibatkan oleh sesuatu sebab, yang disebabkan penyebab pertama atau causa prima. Dan itulah Tuhan. Di dalam Al Yaqin segala pengetahuan ilmu telah diliputi dengan Ilmu Allah sehingga apapun amaliah maupun ubudiyah itu semua menunjukkan dari pada lautan Ilmu Allah Ta’ala.
Ainu al yaqin
Keyakinan yang dialami oleh orang yang telah melewati tahap pertama, yaitu ilmu al yaqin, sehingga setiap kali dia melihat sesuatu kejadian, tanpa melalui proses sebab akibat lagi dia langsung meyakini akan wujud Allah; sebagaimana ucapan:
Sayyidina Abu Bakar As Siddiq ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ فِيْهِ
"Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah pada sesuatu tersebut"
Ucapan Sayyidina Umar bin Khattab ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئً إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ قَبْلَهُ
"Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah sebelumnya"
Ucapan Sayyidina Usman bin Affan ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ بَعْدَهُ .
"Tiadalah aku melihat sesuatu, keculai aku melihat Allah sesudahnya".
Ucapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ مَعَهُ
"Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah beserta sesuatu tersebut".
Di dalam Ainul Yaqin, tatkala seseorang ‘arifiin’ telah melihat sesuatu amalaiah dan ubudiyah diliputi oleh Ilmu Allah kemudian ia menyaksikan bahwa di dalam gerak dan diam (lelaku) itu adalah saksi Hidupnya Allah Ta’ala yang menunjukkan adanya Allah Ta’ala sebagai tujuan hidupnya. dengan Merasakan dan menyadari gerak dan diam, suara dan perkataan itu adalah saksi hidupnya Allah Ta’ala maka sama halnya ia merasakan dan menyadari kehadiran Allah Ta’ala dekat sekali dengan dirinya. “Bukan menghadirkan Allah” akan tetapi menyadari bahwa “Allah senantiasa Maha Hadir atas dirinya dan sekalian Alam meliputi tiap2 sesuatu”. “Wahuwa Ma’akum Ainama kuntum” (Dia Allah serta kamu di mana kamu berada).
Haqqul yaqin
Adalah keyakinan dimiliki oleh orang yang telah menyadari bahwa alam semesta ini pada hakekatnya adalah bayangan dari Penciptanya, sehingga dia dapat merasakan wujud yang sejati itu hanyalah Allah, sedangkan lainnya hanyalah bukti dari wujud yang sejati tersebut, yaitu Allah swt.
Haqqul Yaqin, adalah kemantapan dalam pendirian yang kokoh setelah ia mengetahui kemudian ia melihat dengan penyaksian lalu kemudian tertanam sedalam2nya pada dirinya bahwa :
“SEGALA SESUATU APAPUN YANG TERLIHAT, TIDAK ADA YANG ADA MELAINKAN ILMU ALLAH TA’ALA, SEGALA SESUATU APAPUN YANG TERDENGAR TIDAK ADA YANG ADA MELAINKAN KALAM ALLAH TA’ALA, DAN TIDAK ADA YANG TERASA MAUPUN DIRASAKAN MELAINKAN SIRRULLAH (ZATULLAH)”.
Setelah semua perjalanan dan tahapan itu misra/meresap pada diri, maka Allah akan JAZBAH dirinya sehingga sampailah ia pada maqom “KAMALUL YAQIN”
sumber: pesantren.or.id.29.masterwebnet.com/taqiyyuddinalawiy.wordpress.com



