Tampilkan postingan dengan label insan kamul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label insan kamul. Tampilkan semua postingan
Insan Kamil
Arsip: Haqqul InsanLabel: haqqul insan, haqqul yakin, ilmu yaqin, insan kamul
"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu,amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung."
Siapa sih yang tidak ingin sempurna? Tentunya setiap manusia selalu menginginkan kesempurnaan, baik kesempurnaan jasmani maupun ruhani. Namun, seperti halnya keinginan motivasional untuk selalu yang terbaik, untuk mencapai tingkat kesempurnaan sebagai manusia tentunya melalui suatu perjuangan dengan kriteria-kriteria tertentu yang mencerminkan kemuliaan dari apa yang diperjuangkan seseorang atau sekelompok orang dengan gigih dan sadar atas segala konsekuensinya. Nah, dalam menghadapi perjuangan dan kriteria untuk mencapai kesempurnaan inilah kita biasanya bolak-balik berpikir beberapa kali apakah sanggup atau tidak mencapai kesempurnaan yang diinginkan itu?
Di dalam ajaran Agama Islam, konsep Manusia Sempurna atau Insan Kamil mencuat sejak awal sejarah Islam. Tolok ukurnya tentu saja Nabi Muhammad SAW yang menebarkan rahmatnya ke seluruh alam sebagai keparipurnaan manusia. Perhatikan bahwa kalimat “rahmat bagi seluruh alam” mengisyaratkan suatu pengertian yang sangat filosofis bahwa Nabi Muhammad SAW secara khusus merupakan suatu “variabel dominan” di dalam proses penciptaan alam semesta dan secara umum sebenarnya berarti “semua manusia” sebagai khalifah Allah.
Bagi umat Islam terminologi Insan Kamil erat kaitannya dengan ungkapan tentang Nur Muhammad (ctt: harap pembaca ingat bahwa “Nur Muhammad” hanya sekedar istilah semantik belaka, hakikatnya merujuk pada pengertian Cahaya Pertama atau Makhluk Pertama yang diciptakan Tuhan, jadi boleh jadi ada banyak istilah yang kelak muncul tergantung manusia yang memahaminya maunya dinamakan apa misalnya istilah fisika modern “Medan Higgs” atau “Potensial Kuantum” merujuk pada esensi yang serupa dengan maksud “Nur Muhammad”. Jadi meskipun kita memahami Penampilan Kekuasaan Tuhan dengan sistem abjad harap jangan terjebak dalam istilah semantik kebahasaan yang bisa memenjarakan pikiran kita seprti memakai kacamata kuda. Pahamilah dengan akal pikiran dan hati yang lurus dan benar) yang mengejawantah sebagai Nabi Muhammad SAW. Idealisasi sebagai Insan Kamil merupakan suatu acuan bagi semua Pribadi Muslim untuk selalu istiqamah dalam memperbaiki berbagai aspek akhlak dan perilakunya, baik jasmani maupun ruhaninya.
